Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Antisipasi Pohon Tumbang, DLH Sumedang Lakukan Pemangkasan dan Penebangan


SUMEDANG, SundaRayaNews. Com - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, melakukan penanganan terhadap pohon mahoni  yang rawan tumbang atau dahannya patah, tepatnya di Jalan raya Sumedang - Cirebon yang masuk ke wilayah Desa Kebonjati Kecamatan Sumedang Utara,  Rabu (6/12/2023)


Dalam pelaksanaan penanganan pemangkasan pohon mahoni tersebut selain DLHK juga melibatkan pihak BPBD, PLN, PT Telkom, Dishub, Babinsa, Bhabinkamtibmas juga pihak perangkat Desa Kebonjati .


Jenis pohon mahoni yang dipangkas tersebut  semuanya ada 7 pohon yang sudah  berumur ratusan tahun. Bahkan sejak jaman Belanda pohon itu sudah ada.  Hal ini dikatakan oleh warga Desa Kebonjati yang tinggal di sekitar Andir.

Rudi Ramdani selaku Kadus 2 Desa Kebonjati mengatakan kepada awak Media SundaRayaNews.Com, "Pemangkasan 7 pohon mahoni tersebut tidak begitu saja dilaksanakan tentunya melalui mekanisme", ujarnya

Lebih lanjut Rudi mengatakan "Awalnya usulan dari seorang pengusaha restoran di wilayah Andir, diusulkan melalui desa dari desa ke kecamatan, dan dinas terkait seperti Dinas Kehutanan/LH, DPBD, Dishub. Alhamdulillah tidak satu bulan ijin sudah keluar", tutur Rudi

Petugas LH sedang melaksanakan pemangkasan dan membereskan ranting ranting yang dipangkas yang berserakan di jalan.poto sujana.

Sedangkan pihak UPT Kehutanan di DLHK Sumedang, ketika dihubungi lewat whatsApp-nya SundaRayaNees.Com, mengatakan, "Pemangkasan 7 pohon mahoni tersebut untuk menjaga keselamatan pengguna jalan apalagi sekarang sudah waktu musim hujan banyak ranting ranting yang sudah rapuh bila kehujanan dan tertiup angin bisa jatuh menimpa pengguna jalan", katanya

Salah seorang warga desa Kebonjati mengatakan, "Bila musim gugur pohon mahoni daunnya suka berjatuhan sehingga tiap hari harus membersihkannya yang jatuh ke halaman ,dengan adanya pemangkasan tentunya daun daun mahoni tersebut berkurang apabila datang musim gugurpun tidak terlalu banyak yang berjatuhan", ucapnya

Jurnalis : Sujana (Ki Aprak)
Editor    :  MR