Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Menjadi Titik Balik Peningkatan Layanan RSUD Sumedang


SUMEDANG, SundaRayaNews.Com - Harapan masyarakat terhadap pelayanan prima yang semakin baik, cepat dan murah adalah suatu keniscayaan yang dilakukan institusi kesehatan terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


"Tingkatkan lagi pelayanan kesehatannya, harus someah dalam arti yang sesungguhnya, jadi bukan hanya basa-basi, itu artinya hatinya harus hadir," ujar Pj Bupati Herman Suryatman saat sharing session sekaligus cek ricek di RSUD Sumedang, Senin (9/19)


Menurut Pj Bupati Herman Suryatman, ada beberapa hal yang perlu dipedomani jajaran RSUD Sumedang sebagai titik balik upaya perbaikan dalam meningkatan pelayanan masyarakat. "Ambil  spirit dari   filosofi Insun Medal Insun Madangan dalam melayani masyarakat. Lahir untuk menerangi, itu spirit pelayanan yang paling tinggi. Jika diterapkan tidak ada layanan yang mengecewakan," katanya.


Kemudian kedua, lanjut  Pj Bupati Herman, hospitality yaitu terkait keramahan, kecepatan, dan kecermatan dalam memberikan pelayanan agar dapat dilaksanakan  RSUD Sumedang di berbagai tingkatan.

"Saya minta hospitality di rumah sakit mulai dari OB sampai direktur  harus meningkatkan hospitality alias keramahan kecepatan kecermatan dalam memberikan pelayanan," tuturnya.

Menurutnya, semua itu diatur dalam SOP. Ia meminta kepada direktur untuk menjadikan titik balik melakukan perbaikan dengan review dan dikalibrasi kembali.


"Yang sudah bagus dipertahankan, ada kekurangan diperbaiki sehingga SOP rumah sakit itu lengkap tapi simpel.  Pok, pek, prak dilaksanakan," katanya.

SOP bukan hanya administrasi atau tertulis saja. SOP jadi pedoman untuk dieksekusi dan dimplementasikan.
"Dengan tiga hal itu, insyaallah ini menjadi titik balik perbaikan di RSUD Sumedang sehingga menjadi rumah sakit terbaik di Jawa Barat bahkan tingkat nasional menjadi RSUD yang Green dan Smart Hospital rumah sakit yang hijau dan cerdas tentu orientasinya untuk rakyat," katanya

Jurnalis  : Ghalih Chahyadi (IWOI)
Editor      : Red