Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Marak Praktik Perdukunan Stempel Setiap Tamu Keturunan Raja Sumedang

 


SUMEDANG, SundaRayaNews.Com -- Dalam beberapa tahun terakhir, banyak ditemukan praktik perdukunan seolah ketitisan roh lalu menstempel setiap tamu masih  keturunan Raja Sumedang. Ironisnya lagi, Sang Dukun, berani menyebutkan angka generasi keturunannya.

Beberapa nama Raja Sumedang dijadikan objek praktiknya, seperti Eyang Jayaperkosa, Pangeran Geusan Ulun, Pangeran Kornel, Prabu Guru Aji Putih, Prabu Tajimalela dan Raja-Raja Sumedang lainnya. Termasuk pula Dalem-dalem Kebupatian Sumedang tempo dulu, seperti Pangeran Santri, tidak luput pula dijadikan objek praktiknya.

Menyikapi maraknya fenomena seperti tadi, Juru Kunci Makam Keramat Dayeuhluhur, H.Aceng Hernawan kepada Jurnalis Media Online Sunda Raya News, Rabu (18/10)  angkat bicara semua itu tidak lepas dari seni perdukunan, " Bila tidak melakukan itu, mereka tidak bakal mendapatkan uang, " ujarnya.


Menurut H. Aceng, menentukan sejarah keturunan Raja-raja Sumedang, tidak bisa ditebak-tebak begitu saja, " Harus jelas list keturunannya berdasarkan sejarah. Kalau mau tahu, bisa saja ada silsilah keturunan di Museum Sumedang. Bukti otentiknya ada di sana, " ujar H. Aceng yang pernah menjadi Anggota DPRD Sumedang dari Demokrat.

H. Aceng mencontohkan, bisa saja ada Dukun menstempel seorang tamunya masih keturunan Eyang Jayaperkosa. Padahal, katanya, sejarah telah mencatat bahwa Eyang Jayaperkosa tidak terkabarkan memiliki istri selama berada di Sumedang. Beliau datang ke Sumedang dengan membawa Mahkota Binokasih dari Kerajaan Pajajaran.

" Mau ada keturunannya bagaimana, selama di Sumedang beliau tidak terkabarkan punya istri. Lagi pula, bila ada Dukun mengaku kesurupan dari Raja Sumedang, itu sangat tidak mungkin. Roh-roh Suci itu tidak bakal bisa masuk sembarangan. Jadi, sekali lagi, itu sebagai seni perdukunan. Biarkanlah, " pungkas H. Aceng Hermawan.

Jurnalis         :   Tatang Tarmedi
Editor            :    Red