Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Demo Ratusan PKL ke Kantor Disperdagin Majalengka, Tuntut Dibuka Kembali Kawasan Car Green Day


MAJALENGKA, SundaRayaNews.Com  Ratusan pedagang kaki lima ( PKL) yang tergabung pada wadah Aspek 5, menggelar orasi unjuk rasa pada Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian  Kabupaten Majalengka Jawa Barat, Rabu (4/10)


Aksi unjuk rasa Ratusan PKL itu,  menuntut Pemerintah Kabupaten Majalengka, untuk Membuka kembali Car Green Day ( CFD ) setelah lama ditutup di area kawasan Alun alun Majalengka. Sebelumnya wilayah area kawasan Alun  alun dijadikan tempat para pedagang untuk mengais rezeki di lokasi tersebut.

Namun sekarang kawasan disekitar Pendopo Kantor Bupati Majalengka, sekarang tidak boleh lagi digunakan untuk berjualan, dikarenakan sudah di revitalisasi oleh Pemda, yang rencananya akan di bangun taman kota, maka tidak lagi digunakan untuk berjualan para PKL, sekalipun revitalisasi sudah selesai diresmikan semenjak tahun 2021 silam.


Ketua Asosiasi Pedagang kaki lima  Kabupaten Majalengka, Eka Rangga, mengatakan setelah melakukan orasi tuntutan, Pada intinya para PKL menuntut supaya kawasan alun  alun bisa dijadikan kembali tempat berjualan pedagang kaki lima, Karena dengan dibuka kembali sebagai kawasan CFD, itu akan dapat membantu untuk pemulihan ekonomi kreatif para PKL, “Ujar Eka.

Sementara itu, para aksi unjuk rasa sempat diwarnai terjadi ketegangan karena dari pihak unjuk rasa saling dorong dengan petugas gabungan dari Polres dan Satpol PP Majalengka, antara para pengunjuk yang membawa atribut isinya berbagai macam tuntutan dan ingin maksa untuk masuk ke Kantor Disperdagin Majalengka.

Ketegangan para PKL pengunjuk rasa mulai mereda setelah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majalengka, Iding Solehuddin, menemui pengunjukrasa dan minta dari salah satu perwakilan PKL untuk berdialog, guna menampung aspirasi tuntutan para pedagang yang hasilnya nantinya akan disampaikan ke Bupati.

Jurnalis  :  Haris N
Editor     :   Red