Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Asep Saepudin, S.Pd, M.Pd. Kepsek Gaul Dari Sumedang

Asep Saepudin Kepala Sekolah SMPN2 Pamulihan Sumedang

 SUMEDANG, SundaRayaNews.Com --  Nama Asep Saepudin, S.Pd, M.Pd. di kalangan komunitas kepala sekolah SMP Negeri di Kabupaten Sumedang Jawa Barat niscaya tidak bakal asing lagi. Segelintir kepsek menjulukinya sebagai  Asep Gorowok, sebuah label identik dengan karakter dirinya  yang terbiasa lantang  ketika bicara dan berinteraksi.

Julukan Asep Gorowok pun mungkin sebagai identitas dari cara bergaulnya yang elastis. Sebagaimana pengakuannya kepada Jurnalis Media Online SundaRayaNews.Com beberapa waktu lalu, ia suka merasa berdosa bila bertemu dengan rekan atau orang dikenal tidak menegur atau menyapanya secara akrab.

Pria kelahiran Garut tahun 1964 ini mengawali karir gurunya sebagai guru olah raga. Setelah jalani jam terbang lebih dari sepuluh tahun sebagai guru penjas , ia  mendapatkan kesempatan untuk promosi jabatan Kepala Sekolah. Ternyata, di setiap musim mutasi jabatan,  ia selalu ditempatkan di SMP-SMP wilayah pedesaan.

Beberapa SMP telah ia singgahi, diantaranya pernah jadi Kepsek di  SMPN 4 Pamulihan dari tahun 2013-2015. Sekolah ini berada di desa terpencil Cinanggerang. Tiap harinya, ia selalu berhadapan dengan masyarakat setempat.. " Tapi, tergantung kitanya dalam bersikap,  menghadapi masyarakat mana pun, pasti akan nyaman, "  kenangnya.


SMPN 3 Tanjungsari di desa terpencil Kadakajaya, pernah pula ia sunggahi selaku kepala sekolah. Tiap harinya, ia Lewati jarak tempuh lumayan jauh dari tempat tinggalnya, " Tapi, tugas di sana pun, kita senantiasa diberi kesehatan dan bisa  akrab dengan masyarakat sekitar, " katanya dengan nada bersyukur.

Selaku Kepsek SMPN 2 Pamulihan, kini  ia juga dihadapkan  pada upaya untuk turut memperhatikan jarak tempuh anak ke sekolah. Ia pun merasa kasihan pada anak didiknya yang harus menempuh jarak jauh untuk pulang pergi ke sekolah, " Sekolah kita ini, tidak berada pada jalur angkot, jadi kasihan anak  yang tinggalnya jauh dari sekolah," katanya.

Jurnalis           :  Tatang Tarmedi
Editor              :   Red