Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Serah Terima Jabatan Dan Pisah Sambut Kepala Desa Cipanas


SUMEDANG, SundaRayaNews.Com - Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat periode 2018-2024 Mohamad Asep Lantipan kepada Penjabat Kepala Desa Cipanas Wahyu digelar di kantor Desa Cipanas, Selasa (26/9) .


Kades Cipanas Asep Lantipan mengundurkan diri sebelum masa jabatannya habis dikarenakan ia menjadi calon legislatif (caleg) untuk Pemilu 2024 di Daerah Pemilihan Sumedang 2.


Ucapan terima kasih disamapikan Camat Tanjungkerta Agus Beni Triyadie kepada Kades lama atas pengabdiannya dalam tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Desa selama 4 tahun. "Terima kasih, berkat kinerjanya pembangunan di desa membuahkan hasil. Terima kasih juga untuk masyarakat Cipanas," ujar Agus

Masih dikatakan Agus, Pj Kades harus dapat melanjutkan dan memajukan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas desa, terutama dalam pelayanan kepada publik. "Perangkat desa agar saling bahu membahu dan masyarakat untuk menjaga prestasi yang telah didapat selama ini dan jangan sampai keluar dari Beyond simpati," tandasnya

Dalam kesempatan itu Kades lama Moh. Asep Lantipan, Mengungkapkan dirinya merasa terharu dan tidak menyangka pelaksanaan lepas Sambut atau sertijab atas dirinya kepada Kades baru  berlangsung meriah.

“Saya merasa terharu, aula desa penuh, belum diluar, secara pribadi sangat berterima kasih dengan segala support dan motivasi warga semua, kedepan desa harus lebih maju dengan segala iptek terutama untuk segala pembangunan”

Asep juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kedatangan para awak media, yang hadir pada acara lepas sambut dan sertijab tersebut.

Mohamad Asep Lantipan Kades lama Desa Cipanas bersama Istri
 

“Silaturahmi tidak boleh terputus, terimakasih rekan atas kehadiran dan dukungannya. Tanpa para awak media selaku jurnalis, mungkin program selama menjabat kepala desa, banyak hambatan”, ungkap Asep

"Kritik dan saran begitu juga Input dan output dari wartawan selalu diperlukan karena pelaksanaan pembangunan tingkat desa baik lainnya tetap perlu kontrol sosial sebagai baro meter atau titik evaluasi", Pungkasnya

Jurnalis  : Ana Mulyana
Editor     : Red