Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kades Licin Akan di Meja Hijaukan Warga, Terkait Penataan Lahan Aset Desa

Kepala Desa Licin Kec Cimalaka Zulkipli M Ridwan saat memberikan penjelasan soal penataan lahan aset desa di dalam Musdes

SUMEDANG, SundaRayaNews.Com - Lagi - lagi pelaksanaan musyawarah desa khusus mengenai adanya penataan lahan aset Desa Licin Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tidak membuahkan hasil yang diharapkan warga. Malah Warga akan memproses secara hukum Kadesnya.


Musyawarah desa  khusus tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Licin, unsur BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan masyarakat, perangkat  desa, Ketua Karang Taruna Desa, dan tokoh masyarakat. Bertempat di Bali Desa Licin Jumta ( 8/9)


Dalam kesempatan itu Kades Licin Zulkipli M Ridwan memberikan penjelasan mengenai permasalahan penataan lahan Desa Licin, serta membacakan berita acaranya. Bahkan Kades mengucapkan permintaan maaf, namun warga tetap bersikukuh. Karena menurut warga, hasil musdes itu hanya untuk tempat pembuangan sampah saja, dengan ukurannya pun hanya 8 x 16 M

"Dari awal musdes kelihatannya tegang antara kepala desa dengan warga. Soal minta maaf secara pribadi kami maafkan atas kesalahan pa kades, tapi itu secara pribadi, tapi bagi warga lain lagi", kata Sulastio seorang perwakilan warga juga mantan Kades Licin

Lanjut Sulastio, "Aturan harus dipakai silahkan baca tentang undang -  undang desa. Ini kayanya sudah bukan penataan lahan lagi, tapi pemangfaatan karena ada kandungan yang dikeluarkan dan diuangkan", tandasnya

Ditambahkan Agus seorang perwakilan  warga  "Pak kades  sudah minta maaf atas kesalahannya ya kami maafkan, tapi tetap proses hukum harus berlanjut", ujar Agus

Sedangkan Kepala Desa Licin Zulkipli M.Ridwan ketika dikonfirmasi SundaRayaNews.Com, secara terpisah menyatakan, "Ini masalahnya ada miskomunikasi tentang penataan lahan aset desa licin", ucapnya


"Luas semuanya ada sekitar 1,5 hektar tapi tidak semuanya ditata, baru sebagian aja. Memang awalnya hanya ukuran 8x16 meter. Tapi ada permintaan dan peluang buat penataan lahan parkir oleh arang Taruna yang diketuai oleh Adi Koswara", terang zulkipli

Lanjut Zulkipli, "Dan dikarenakan di desa tidak ada anggaran dari APBdes, maka diserahkan pengelolaannya ke  pihak lain. Sekarang ada tuntutan proses hukum katanya. Ya silahkan itu hak mereka", tandas Zulkifli serasa tak ada beban

Penulis : Sujana ( Ki Aprak)
Editor   :  Red