Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seni Tanji Kuda Renggong PSM Grop Pukau Ratusan Warga Desa Sukagalih


SUMEDANG, SundaRayaNews.Com -Kesenian Kuda Renggong merupakan pertunjukan rakyat yang berbentuk helaran (pawai atau karnaval) yang menampilkan 1 sampai dengan 4 ekor kuda.


Dalam perkembangannya, Kuda Renggong mengalami perkembangan yang cukup pesat di kalangan anak muda dan tersebar ke berbagai daerah di luar Kabupaten Sumedang.


Seperti halnya, grop Seni Tanji kuda renggong Putra Sunda Mandiri (PSM) yang  sudah satu tahun lebih berdiri, dengan personil  seluruhnya anak - anak remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SLTA, Dusun Tenjolaya RW 01 Desa Sukagalih Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memukau warga masyarakat dalam pagelaran hiburan perayaan HUT RI ke 78. Bertempat di Lapang Bulutangkis RW 01, Minggu (27/8)

Gambusan modern dari grop Putra Sunda Mandiri Desa Sukagalih Sumedang Selatan

 

"Saya atas nama Pemdes sangat mengapresiasi sekali, karya yang dilakukan anak -  anak remaja kita ini, sudah bisa menghibur masyarakat. Mereka sangat menjujung tinggi seni budaya kuda renggong di umur yang masih muda belia", ucap Asep Dera Kepala Dusun kepada awak media SundaRayaNews.Com

Nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian kuda renggong antara lain: spiritual/religius, interaksi antar makhluk Tuhan, teatrikal, estetika, kerja sama, kekompakan dan ketertiban, kerja keras dan ketekunan, dan sosial. Kesenian ini secara tidak langsung membentuk karakter manusia atau masyarakat menjadi lebih baik. Hal ini dikatakan Dedi Heryadi,S.Pd., salah seorang Guru yang juga pemerhati budaya sunda.


Dedi berharap, " mudah - mudahan grop PSM ini cepat punya kuda dan terus maju dan tetap kompak", tandasnya

Sedangkan Pimpinan Grop Seni Tanji kuda renggong PSM, Rifal mengatakan, kalau gropnya untuk saat ini belum mempunyai kuda, hanya punya alat pengiring musiknya saja. Mengingat semua personil dan pengurus masih pada sekolah. Dan Grop PSM ini bukan hanya bergerak di seni tanji kuda renggong saja, tetapi menekuni kesenian yang lainnya juga, antara lain Seni terbangun,dan Gambus modern

Penulis : Fazar Santika
Editor   : Red