Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SDN Cigendel Rawan Musibah, Butuh Penanganan Serius Disdik Sumedang


SUMEDANG, SundaRayaNews.Com -- Bila saja ada ajang pengukuhan sekolah  paling sering dapat musibah, SDN Cigendel Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kemungkinan akan jadi salah satu nominasinya. Betapa tidak, sekolah satu ini,  sering terkabarkan disantroni maling. Musibah terakhir,  pagar depan ambruk tertarik longsoran tanah.


Photo : Deni Mulayana Kepala SDN Cigendel Kabupaten Sumedang

Berdasarkan pengamatan Jurnalis SundaRayaNews.Com pada Jumat (12/8), pemicu dari musibah rawan kemalingan, karena sekolah tidak memiliki benteng  pelindung. Sehingga posisi maling bisa leluasa beraksi dari depan, samping barat, samping timur dan bagian belakang. " Kejadian terakhir, maling beraksi lewat belakang dengan mendongkel kusen kaca belakang, " ujar Irip (60) seorang warga dekat sekolah.

SDN Cigendel rawan longsor terutama  tebing halaman depan kurang ditunjang dengan ketinggian Tembok Penahan Tanah (TPT). Apalagi pada tebing barat perbatasan dengan lahan Perhutani, tebing masih  " vulgar ". Dikhawatirkan, lama kelamaan, konstur lahan akan lemah untuk menerima limpahan air hujan dari pemukiman.


Ditemui di ruang kerjanya, Kepala SDN Cigendel Deni Mulyana, ingin berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki  hal-hal penyebab SDN Cigendel  menjadi rawan musibah, " Sekaligus saya berharap pihak Disdik Sumedang di bawah kepala dinas bapak Dr. Dian Sukmara, bisa memperhatikan dan menurunkan anggaran untuk perbaikan dan pembangunan benteng sekolah. Karena, disanalah letak simpul permasalahannya, " ungkap Deni.  

Pewarta   : Tatang Tarmedi
Editor       :  Red