Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puluhan Pengusaha Batu Akik ikuti Pameran dan Kontes Piala Mahkota Raja Sumedang

Photo : Pengunjung Pameran dan kontes batu akik di GCC Sumedang sedang mencermati indahnya sebuah batu akik

SUMEDANG, SundaRayaNews.com - Puluhan Kontestan Batu Akik se-Indonesia ramaikan Pameran  dan Kontestan Batu Akik Piala Mahkota Raja Sumedang. Bertempat di Graha City Center ( GCC) dekat Bunderan Binokasih Sumedang, Minggu (13 /08 ) belum lama ini.


Panitia Asep Eeng kepada SundaRayaNews.com menyebutkan,
Acara yang dihelat selama 2 hari dimulai pukul 10 Wib sampai dengan pukul 22.00 Wib setiap harinya,

"Adapun batu yang dilombakan antaran lain 2 ribu lebih Batu akik terdiri dari virus 100 Kelas, dan batu akik Nusantara 300 Kelas. Dan pesertanya tersebar dari dari berbagai kota di  seluruh Indonesia, Aceh, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, Cirebon Sukabumi Purwakarta, Tegal solo, Surabaya, Bali, dan. Papua.
Khususnya, bagi mereka yang aktif di sebuah group sosial media (Facebook), yang kini telah terealisasikan menjadi sebuah acara yang nyata.

Adapun penilaian yang dilakukan akan mengklasifikasi pemenang mulai dari Juara Umum, Juara 1 sampai 3 dengan hadiah berupa uang Pembinaan,"kata Asep.

"Semoga acara ini berkah bagi kami, meski virus se- Indonesia, untuk dapat ikuti kontes di Sumedang,” kata Asep.

Salah satu kontestan yang diwawancarai SundaRayaNews.com,Hendra (30), Warga Dangdeur Rancaekek Kabupaten Bandung, terpaksa berjualan batu untuk menghidupi keluarganya yang makin hari dirasakan makin berat saja.

Ditemui di pameran dan kontest ,Tedi Riyadi S (30) Cihideung, RT 03/15 Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya mengaku  semoga dengan mengikuti event ini dagangan dapat dikenal khalayak sehingga penjualannya dapat meningkat. Karena event ini selain menjadi ajang silaturahmi juga bisa  memperkenalkan komoditas ini pada para pengunjung GCC.

"semoga ada satu dua yang berjodoh."kata Hendra.

Hendra mengaku, tidak semudah membalikan tangan berjualan batu akik ini, karena Pehobi batu akik ini jarang. Jadi hanya pembeli tertentu saja yang menggunakan komoditasnya.

Oleh karena itu melalui kontes ini ia berharap terdongkrak penjualan sekaligus mengenalkan produk batu akik ke khalayak sehingga banyak orang yang lebih mengenal tentang eksistensi batu akik.

Di tengah susahnya mendapatkan pembeli produknya Ia tetap harus bertahan dan tidak berpaling Dengan usaha yang lain, meski terkadang fluktuatif.

Pada  bulan ini bisa ramai pembeliannya sedang pada bulan berikutnya terkadang sepi. "Mengantisipasi kondisi tersebut saya menabung, pak", terangnya


Hendra  menambahkan, dalam tata cara kontes panitia punya kriteria, terkait jenis batu yang disyaratkan panitia.
Ketika para kontestan merasa bawa barangnya sesuai, mereka langsung mendaftarkan batunya.

Dari ratusan kelas yang dilombakan Hendra hanya mengikutsertakan 20 jenis batu. Beberapa diantaranya yang masuk dalam kriteria lolos juara 1, dari beberapa batu yang dikonteskan.

"Saya merasa  senang ikut kontes  ini selain untuk kontest saya juga sambil berjualan,"pungkasnya

(Usep J