Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dampak Kemarau, Petani Cabe Kelimpungan Kesulitan pasokan Air

Petani sedang memilih tomat untuk dikirim ke pasar, di kawasan lahan pertanian Padasuka Sumedang

SUMEDANG, SundaRayaNews.com - Akibat hujan yang tak kunjung turun, berdampak ke segala sektor. Salah satunya di sektor pertanian, membuat  para petani cabe yang ada di beberapa wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat merasa kelimpungan kekurangan air untuk menyiram tanamannya.

Seperti halnya Dedi (45) seorang petani cabe, terong ,dan tomat,  warga Dusun
Cijeruk RT 01 RW 01 Desa Cijeruk Kecamatan Pamulihan. Untuk mengairi lahan pertaniannya seluas 2 hektar lebih,  terpaksa harus menyedot air dari Sungai, yang berjarak kurang lebih 50 meter


"Habis bagaimana lagi pak, untuk mempertahankan kualitas hasil panen, saya harus melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan air untuk menyiram  diantaranya dengan menyedot air dari sungai," ujar Dedi kepada SundaRayaNews.Com, Sabtu (19/08)

Tapi Dedi masih merasa bersyukur, lokasi pertaniannya tidak jauh dengan aliran Sungai. Sehingga musim yang cukup ekstrim ini tidak berdampak signifikan bagi tanamannya.

"Saya tetap bisa memanen tanaman tomat, cabai dan terong dengan optimal samapi bisa memenuhi pasokan Pasar di kota Cirebon dan Pasar Caringin Bandung", ucap Dedi
 

 Akibat kemarau panjang, pasokan air sungai turun drastis

Saya sebenarnya hanya menggarap saja dan mengeluarkan uang kurang lebih Rp 20 Juta per tahun untuk pemilik lahan
Alhamdulillah tercukupi karena uang hasil penjualan dari pasar induk Cirebon dan pasar Caringin dapat menutupi sewa lahan serta biaya pengolahan, selebihnya bisa untuk dimakan dan dikolakan dua anak saya",tutur Dedi.

Dedi berharap semoga kemarau cepat berlalu, agar air dapat kembali mengalir dengan normal khususnya untuk mengairi lahan pertaniannya, umumnya bagi seluruh kawasan pertanian di mana saja.

Penulis  : Rosidin Syani
Editor    :  Red



"