Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belum satu tahun Kades Licin Didemo Warganya, Terkait Penataan Lahan Kas Desa Tanpa Musdes


SUMEDANG, SundaRayaNews.Com. -Sekelompok warga Desa Licin Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang , Jawa Barat mendatangi Kantor Desa Licin untuk menemui Kepala Desa penggantian antar waktu (PAW) M. Zulkifli Ridwan, Rabu ( 26/08)


Kedatangan sekelompok warga Desa Licin ini diterima oleh Ketua BPD Ahmad berserta jajarannya. Dikarenakan waktu itu Kepala Desa Licin tidak bisa hadir, sedang berada di luar kota.


Maksud warga mendatangi kantor desa untuk bertemu Kadesnya untuk  menanyakan perihal penataan Lahan milik aset desa, yang beberapa waktu lalu pernah diambil pasirnya, kerjasama dengan salah seorang pengusaha.

Sedangkan hal tersebut menurut mereka (warga) dianggap tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu, antara pihak pemerintah desa dengan warga masyarakat .

Sulistyo salah seorang warga RW 05 yang juga mantan kades Licin sebagai juru bicara, dalam pertemuan itu melontarkan beberapa pertanyaan kepada ketua BPD.

"Apakah saudara tahu tentang kegiatan penggalian tanah kas desa?. Atas dasar apa penggalian tersebut?,  tujuannya untuk apa?. Apakah pernah dilaksanakan musdes?", tanya Sulistyo.

 "Terkait masalah tanah galian di tanah kas desa Licin sebetulnya belum di musdeskan, yang dimusdeskan, hanya lahan untuk pembangunan TPSA . Sedangkan dananya dari perkim ukurannya pun tidak luas, hanya berukuran 8X16m", jawab Ketua BPD.

Selanjutnya Sulistyo membeberkan, "Hitung punya hitung kalau 7000 m yang digali dengan kedalaman 2m saja dan dijual per dam truk lima puluh ribu saja, bisa menghasilkan 140 jutaan, belum ada yang kedalaman 5 M", kata Sulistyo .

Untuk hal itu ketua BPD belum bisa memberikan jawaban yang jelas. Ketua BPD hanya bisa mengatakan, pihaknya akan mengadakan musyawarah besar besaran, antara pihak Pemdes dengan warga masyarakat.

Dalam kesempatan itu juga, warga menyinggung tentang keberadaan mobil siaga Desa Licin yang selalu disimpan di rumahnya sopir.

"Kenapa mobil siaga disimpan di rumah supir, tidak di desa saja, agar mudah apabila ada warga yang membutuhkan", tanya warga.


"Sebetulnya disimpan di rumah supir agar mudah warga masyarakat yang membutuhkan tinggal ngontek aja. Apabila disimpan di desa supir gak punya motor bila ke desa harus jalan kaki dan pulangnya juga demikian", jawab Ketua BPD.

Ketika Kepala Desa Licin M.zulkifli Ridwan dikonfirmasi lewat sambungan WhastApp nya oleh SundaRayaNews.Com
Kades mengatakan, "Masalah itu sudah dimusdeskan, ada berita acaranya. Dan itu ngebangun TPS3R-nya site plantnya saja ukuran 30 x 40. Biar jelas silahkan datang ke kantor desa, melihat berita acaranya", jelas Kades

(Sujana (Ki Aprak)